another blogger

Jumat, 29 Juni 2012

Happy birthday, Pal!


HAPPY BIRTHDAY
drg. DHEA VENSA TSURYA KARISA

Yeah, keep trying

Kamis, 21 Juni 2012


Ini chat sama bapak beberapa menit setelah selesai ngerjain UAS Modul 4.
Buat yang nggak ngerti bahasa Jawa yang rada random ini, percakapannya kaya gini:
"Susah buaaanget pak,"
"Kalau nggak susah, bukan ujian namanya (y),"
Dan ini sukses bikin aku senyum setelah terpuruk selama satu jam terakhir.

introspeksi

"Ibumu dulu nunggu kamu lahir sembilan bulan aja nggak ngeluh.
Masa kamu nunggu beberapa jam aja udah gitu?"


Oke. Aku merasa memang sangat tidak dewasa.

Rabu, 20 Juni 2012

Support

"Dibalik orang-orang sukses, ada orang tua yang selalu mendukung di belakangnya,"

Tiba-tiba inget kata-katanya Aya dulu, dibalik suami yang sukses, ada istri yang mendukungnya. Apalagi tiap kali aku mau streaming drama korea, selalu ada iklan susu atau apa gitu yang nyeritain seorang atlit yang sukses karena ibunya.

Aku ngerasa terharu aja kemaren, disaat udah mulai putus asa belajar modul, orang-orang disekitar justru ngasih semangat-semangat. Kadar energiku rasanya langsung penuh, walaupun mata rasanya udah mau nutup aja --"

Nggak ada yang lebih nyenengin dari apa yang kita lakuin didukung orang-orang.

Selasa, 19 Juni 2012

Random

Biasanya, orang yang sehari bisa curhat 3 sampai 5 kali di blog itu orang yang perjalanan hidupnya berat......................atau hanya pengangguran? -_-


Seharusnya waktu-waktu nganggur ini lebih baik aku gunain buat belajar anatomi, histologi, dan semua mata kuliah cobaan dari Allah..... bukannya muter otak mikirin mau mosting apa selanjutnya. Iya, nggak?
Tapi aku terinspirasi kalimat temenku, Yosep.
Katanya, "Jangan sampai kuliah mengganggu waktu main dota mu."

Quote yang agak keliru sih, tapi intinya, kita tetep harus bisa enjoying this life meskipun sumpek gara-gara kuliah kan?
 
 
Good morning and have a nice Tuesday people!!

Minggu, 17 Juni 2012

Can't wait to see the movie :3




Dear Neptunus..  Aku mencintainya..

Di depannya aku menjadi diriku sendiri. Seperti airmu yang selalu membawa semua pesanku, Dia pun begitu.. Membuatku hanyut oleh sorot matanya. Membuatku lupa oleh kesedihan rasanya sampai aku tak bisa katakan apa-apa padanya. Bahkan untuk sekedar bilang rindu atau butuh.. Banyak yang nggak ngerti lalu terluka dan saling menyalahkan, karena itu aku takut berbicara tentang hati. Maka kutuliskan saja lalu kusimpan dan ku kirimkan ke.. entah kemana..

Perahu Kertas, a novel by Dewi Lestari

Dear John

Dear John, a novel by Nicholas Sparks
 
Novel dan film ini semuanya udah aku katam-in :3
Kalau katanya novel lebih bagus dari filmnya, itu bener sih,
tapi filmnya ngga kalah bagus juga kok menurutku.
Apalagi Channing Tatum nya ganteng bets :3

Me and auntie


Bahkan, kami sampai di titik ini bersama.
Jangan pernah bosen ya, Ren =))

Melupakan sejenak beban ujian akhir semester.................

Don't Stop Believing

Dia terus menangis, tidak berhenti.
Sebagai seorang teman yang baik, aku memutar otak, mencari ribuan cara yang belum pernah kugunakan padanya, untuk membuatnya berhenti menangis. Tapi bahkan lima jilid buku cara itu sudah katam semua.
Sebenarnya aku benci ketika melihatnya selalu begini setiap bercerita padaku. Apa tidak pernah ada hal menyenangkan yang bisa ia katakan dengan mata berbinar-binar?

Dia bilang, "kalau memang aku harus pergi, aku akan pergi,"
Tapi aku melihat kebohongan di matanya. Mungkin mulutnya bicara begitu, tapi aku tahu, ia ingin aku menahannya. Berkata bahwa masih ada harapan. Ia ingin aku juga percaya, seperti yang selalu dilakukannya.

"Kalau memang sakit, berhenti saja," mungkin kalimat itulah yang paling sering melompat keluar dari mulutku, untuk sekedar menenangkannya. Walaupun ia hanya tersenyum dan tertawa garing, aku tahu, bukannya menenangkan, malah seperti menuangkan minyak pada api. Siapapun tidak menginginkan perpisahan, bukan? Dalam hati aku meneriakkan kata-kata maaf berulang kali. Tidak seharusnya aku berkata begitu. Maaf.

Ia seorang yang tegar, dan hal itu tidak perlu dipertanyakan. Meminta pendapatku, mungkin adalah kesalahan terbesarnya, mungkin akan menjadi seperti curhat pada anak-anak, dengan solusi yang tidak dewasa. Aku meracuni pikiran-pikirannya dengan hal-hal egois, dan terkesan mementingkan diri sendiri, mencari posisi paling nyaman bagi diri sendiri. Padahal semua tidak semudah yang kukatakan, bukan? Aku hanya bicara, namun dia yang merasakan. Ia yang menanggung berat dan sakitnya.

Apakah siklusnya selalu seperti itu?
Merasa senang, bahagia, tertawa, kemudian kecewa, sedih, dan menangis. Apakah itu definisinya?
"Aku sih.... selalu suka," katanya saat aku bertanya tentang apa yang ia rasakan sekarang.
Dan kalimat itu membuatku sadar, bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan dari perjalanan itu.
Percaya saja.

Walaupun tidak benar-benar mengerti, aku menepuk pundaknya dan berkata bahwa dia dan orang itu hanya butuh waktu. Introspeksi diri masing-masing. Jika dibandingkan dengan saran ku untuk berhenti, kurasa ia lebih tertarik pada usul yang satu ini. Bagaimanapun juga, berhenti akan sangat sulit. Bukankah aku juga pernah merasakannya?

Dan.. aku tidak tahu keajaiban apa yang dilakukanNya, tapi aku menyimpulkan bahwa saat ini mereka sudah baik-baik saja. Inilah buah dari introspeksi. Hasil dari bersahabat dengan waktu. Aku senang, karena dia terus percaya bahwa mereka akan baik-baik saja, walaupun ia mengatakannya dengan bahasa air mata yang seolah memaksanya untuk segera berhenti saja, tapi toh nyatanya ia bertahan dan aku yakin ia tidak menyesal melakukannya. Baiklah, don't stop believing.

Kamis, 14 Juni 2012

This


Momen ketika nilai yang didapat untuk kelompok yang maju pleno modul dan yang enggak bedanya sangat jauh.
Dan itu 3 SKS.

#random #tolongIPsaya

Similiar

Kalau kita berangkat dari rumah udah doa supaya selamat, dan berusaha nyetir hati-hati, lain lagi ceritanya kalo dijalan ada orang yang nyerempet-nyerempet atau yang nyetirnya ugal-ugalan.


Just like that, karena nggak semua orang berpikiran sama kaya kita.

Selasa, 12 Juni 2012

Good luck guys!!!!!


Bagiku, dua hari acara ini adalah dua hari dimana aku bener-bener bisa ngehargain perjuanganku buat belajar. Rasanya waktu itu, gagal pun aku nggak nyesel. Soalnya, aku ngerasa udah mati-matian waktu itu. Semacam "Hidup ini cuma buat belajar sama ibadah," gitu deh. Dan Alhamdulillah Allah ngejawab :)

SNMPTN ini kayak semacam arah, dimana kita ditempatkan sama Allah selanjutnya. Karena kita nggak tau kita bakal ditempatkan dimana, lebih baik kan kalau kita berusaha supaya dikasih tempat yang kita pengenin? Pasti bersyukur banget kalau keinginan kita sejalan sama rencana Allah.

Tapi SNMPTN bukan akhir kok. Banyak jalur kan masuk perguruan tinggi. Toh mau masuk jalur apapun, jalan yang ditempuh sama aja. Apa kalau kita masuk lewat jalur SNMPTN lantas kita ngga perlu ikut ujian-ujian untuk lulus?

Selamat berjuang teman-teman!
Semoga diberi kelancaran dan kemudahan waktu ngerjain ^^

Senin, 11 Juni 2012

Minggu, 10 Juni 2012

Bismillah

Bagaimanapun, dalam waktu lima tahun ini pasti banyak yang berubah. Tidak, bahkan dalam seminggu, atau tiga hari, perubahan mungkin ada. Dan, kalau memang itu yang ditetapkan oleh yang kuasa, kita bisa apa?

Banyak quote yang bilang, hidup ini seperti roda yang berputar. Adakalanya kita menikmati kebahagiaan di atas. Karena Allah maha adil, maka kita diberi kesempatan pula untuk merasakan tempat di bawah. Karena itu, aku bertekad, untuk tidak merepotkan mereka, sejak detik ini. Mungkin terlambat, karena seharusnya aku sudah memiliki tekad ini sejak dilahirkan ke muka bumi. Maaf.

Kalau katanya omongan orang tua adalah yang paling baik, kurasa memang seharusnya seperti itu. Dan selama ini aku mengabaikannya dengan pemikiran-pemikiranku yang kekanak-kanakan dan tidak masuk akal. Bukankah itu sudah hukum, bahwa kita baru menyadari sesuatu setelah melihat dan merasakan kondisi orang lain?

Karena itu, aku akan berusaha, sekuat tenaga, untuk membuat mereka selalu berdiri tegap, dengan senyum yang selalu aku sukai itu mengambang di wajah mereka.
Good morning and have a nice day \^^/

Sabtu, 09 Juni 2012

Bagaimana seharusnya

16 Februari 2003


"Mbak Rara sayang, selamat ulang tahun yang ke 9 ya..."


Hari itu ulang tahunku, dan aku mendapatkan sebuah kiriman paket dari Jakarta. Bareng ibu sama Raka, aku buka paket yang dibungkus kertas kado itu. Boneka hamtaro berukuran besar tampak dibalik bungkusan itu, bersama sebuah kartu ucapan. Ternyata pengirimnya bapak, yang saat itu lagi kerja di Jakarta. Mungkin bagiku, dulu itu hal biasa ya, seorang anak menerima kado ulang tahun dari ayahnya. Tapi kalau aku inget kejadian itu, rasanya kok...aku tersentuh banget. Kado ini sampainya pas di tanggal 16. Dan itu so sweet sekali :'

Thank you bapak, I've received lot of happiness from you :3

Bahkan

Aku tenggelam diantara tumpukan lembaran tesis dan buku teks. Bukankah ini yang selama ini kutunggu? Hanyut dalam berbagai aktivitas melelahkan yang sangat aku butuhkan. Menemukan berbagai pengalaman baru, dan meningkatkan kemampuan. Tidak sedikit yang aku dapatkan setelah melalui sepuluh bulan berkelut disini. Kali ini, aku tidak menemukan sedikitpun kesempatan untuk lalai, untuk bersantai.

Diantara celah-celah itu, bagaimana bisa sebuah bayangan semu mengintip? Menengok sejenak dan melihatku? 
Kemudian mencuri waktuku. 

Ya, bahkan... dalam tiap detik waktuku yang berharga bayangan itu selalu muncul disana.

Well

Somehow close eyes and pretend nothing happened,
make everything feels better, goes as it should.
But time has a limit.
What keep inside, will explode someday.

Jumat, 08 Juni 2012

Faal Pagi ini

Ceritanya pagi ini kuliah Faal dan ada desas-desus mau diadain kuis. Dari semalem udah nggak santai, ngebayangin gimana kuisnya. 7 dari 10 temen yang aku tanya menjawab mereka cuma belajar sekenanya aja. Okelah, aku nggak sendiri :')

Waktu dosen Faal masuk ruangan, suasananya mencekam banget. Kayaknya satu ruangan pada tahan nafas deh. Walaupun keliatannya beliau nggak bawa kertas buat lembar jawaban kuis, tapi tetep aja was-was. Dosennya mulai ngutak atik komputer, masukin file nya dia.

"Kuliah hari ini dibagi aja ya. Satu jam untuk sistem kardiovaskular yang belum selesai...."

Deg. Deg. Jangan kuis. Jangan kuis. Tolong, jangan kuis..........

"Satu jamnya lagi....."

Dag dig dug. Rasanya kaya nungguin pengumuman vonis bersalah di pengadilan.

"..........materi sistem respiratorik,"

Suara "Huuuftttttttttt" terdengar di seluruh penjuru ruangan... :')

Rabu, 06 Juni 2012

"Namanya juga soal snmptn, kalo dibuat gampang, keterima PTN semua lakan anak sak Indonesia,"

Selasa, 05 Juni 2012

Galau itu.............sederhana

Yang paling sering jadi penyebab adalah penyesalan.
Ibaratnya lagi demo, mungkin aku orang yang ada di barisan-barisan depan, yang paling semangat nolak, yang paling provokasi, yang paling kontra sama masalah itu. Tapi setelah masalahnya berlalu dan ternyata aku sadar kalau itu bukan sesuatu yang salah, sisanya cuma ada rasa nyesel.

Kaya orang yang selalu pasrah dan ngga mau nerima kekalahan, aku menghibur diri selalu dengan percaya, "Ya emang kamu ngga ditakdirin gitu kali, Ra," yang belakangan aku sadar kalau aku ngga (belum) ngelakuin apa-apa, gimana caranya aku bisa ngomong kaya gitu? Kalau aku udah jalan kaki lintas benua tapi akhirnya nggak sampai-sampai juga ke Perancis, mungkin aku baru punya hak ngomong kalau itu takdir.

Kalau nasi udah jadi bubur, kan ngga bisa dibalikin lagi jadi beras.

Buktikan bahwa anda bukan robot


Ini muncul pas aku mau komen postingan di blognya kokom.
You don't say?? *_*

When there's a will.................

"Kayaknya semua itu gampang dan cepet, tapi niatnya itu yang susah dan lama,"



Quote ini aku dapet dari ibu, waktu beliau nyuruh aku mindahin foto dari laptop ke cd. Aku yang selalu menggampangkan sesuatu, tapi ujung-ujungnya lupa dan ngga terlaksana, cuma bilang, "Iya, ntar ya bu. Cepet kok mindahinnya," Dan dengan tampang bosen denger kalimat-kalimatku, ibu ngeluarin quote tadi .__.
Maaf ya bu, fotonya aku pindahin cd, ASAP deh.

Ini berlaku buat niat belajarku menjelang UAS ini. Sampai sekarang, aku belum ada niatan nge-review materi kuliah yang seabrek itu. Gahhh.
Kalau kaya gini terus,
awan-awan di atas kepalaku lama-lama makin banyak *_*

Senin, 04 Juni 2012

Skill Lab II


Sore ini sambil ngisi waktu luang, aku nyelesain grinding gigi palsu di klinik. Ini tahap kedua dari terakhir dari skill lab gigi palsuku. Mungkin, ini salah satu keuntungan punya orang tua yang menekuni bidang sama kaya kita. Alat-alat udah tersedia, ngga perlu ngantri bor kaya di Ruang Praktikum lagi :'D


Ini gigi palsu yang udah 3/4 jadi. Akhirnya yaaaaa*pasang kembang api*
Setelah perjuangan nanem gigi dll akhirnya skill lab semester ini mau selesai dan itu sesuatuk banget :'d
Jangan seneng dulu ra, skill lab 3 udah ngga sabar mau ketemu kamu tuh.........

Minggu, 03 Juni 2012

That's my mitchi

Waktu aku lagi ngantri nukerin popcorn gratis di XXI East Coast, tiba-tiba si ibu ngebisikin sesuatu di kupingku. Percakapannya jadi gini,

Ibu: Mbak, coba kamu liat ke cewek yang ngantri di sebelahmu itu
Aku: *noleh* iya, kenapa, bu?
Ibu: Kamu bilangin dong ke dia, gigi anteriornya perlu ditambal.
Aku: ..............
Ibu: Liat deh, jelek kan kalo gigi depannya lubang item-item gitu.
Aku: .................
Ibu: Terus, bilangin juga, dia perlu perawatan ortho
Aku: .....................
Ibu: Kamu kasih gih kartu namanya ibu.

Percakapan kaya gini nggak cuma terjadi sekali-dua kali. Tapi tiap kali ketemu seseorang yang menurut ibu dia perlu perawatan dokter gigi, pasti si ibu langsung nyela. Nggak cuma ke orang lain sih, kadang kalau misalnya aku lagi ngomong serius gitu ke ibu, tiba-tiba ibu pasti nyela, "Eh coba kamu mangap mbak, behelmu perlu dikencengin lagi nggak tuh?" atau "Gigimu udah geser-geser belum?" sambil nggerakin matanya nggerayangin mulutku :| Ternyata, nyari pasien itu kaya nyari kesempatan dalam kesempitan ya .__.

Apakah beberapa tahun lagi aku juga kaya gitu?
Well....................

Hai. Narsis dikit ya~~~


Rara. 18 tahun.
Walaupun kelihatannya bahagia, tapi dia sedang galau karena mau UAS #penting

Sabtu, 02 Juni 2012

"Kalo kepikiran, solusinya ya jangan dipikirin."
Sesederhana itu?

cc: @ayakss

This is called "happiness"


Foto ini diambil 6 jam yang lalu di Timezone Galaxy Mall, Surabaya. Dua cowok macho ini adalah adik dan bapak. Kami (berempat) biasanya ngabisin weekend bareng-bareng di mall. Sebenernya lumayan bosen juga sih ke mall, tapi gimana lagi, tempat rekreasi di Surabaya kurang banget.

Biasanya kalo lagi pergi berempat gitu, agendanya cuma makan, nonton film, ke toko buku, sama main. Dikit-dikit, si bapak pasti ngajakin nongkrong atau sekedar minum sambil duduk-duduk. Kalo waktu nongkrong bareng gitu, pantang banget nyalain hp. Pasti bapak langsung nyindir, "Tuh kan, sibuk sama hp nya masing-masing," kalau udah gitu, berapa kali hp ku geter pun, sebisa mungkin aku cuekin :|

Weekend gini aku jarang keluar sama temen. Paling sering sama keluarga, dan aku suka kok. Dan hari ini kalo misalnya aku ngga diajak keluar sama Qoqom, aku pasti bakal keluar sampe malem sama ibu-bapak-raka. Entah itu nonton, entah itu pergi-pergi geje. Lebih tepatnya tiap Sabtu pagi, aku pasti ngajakin ibu sama bapak keluar. Di perjalanan pergi atau pulang, si ibu selalu ngebahas, "Berapa lama lagi ya kita bisa pergi berempat gini? Habis ini pasti bapak sama ibu berdua tok yang pergi," Tapi bapak nambahin, "Enggak deh, palingan nanti kalo kita pergi, personilnya yang nambah,"
"Sedih dan bahagia itu sepaket,"

Jumat, 01 Juni 2012

February 16 2010


Just found my 16th birthday video this morning. It was 2 years ago. I don't see any changes in me :))
Back when I was in my first year in SMAN 1 Surabaya. I've told you about my friends's failed plan to insult me in my birthday, remember? After that failed surprise, I felt a little bit disappointed. Maybe I expect for more surprises? Hahaha. Stupid really, but who does not want to get a surprise on their special day?

After coming back from school, I thought it was weird. Unfortunately, my friends gathered at my house and ready to threw eggs and flour. That time, I don't know how to say, but... I'm really.. touched :">

Thanks to Hillary, Rabhi, Lia, Ossy, Della, Yudhis, and Irham.

Well, you know you're the most happiest person in the world, when your friends celebrate your birthday, I guess.