another blogger

Selasa, 08 Juni 2010

cokelat valentine

Pas pelajaran biologi tadi aku jadi inget kejadian tentang cokelat valentine seorang anak bego kelas 6 SD <-- maksudnya aku =.=

Jadi kisahnya nih, suatu hari tanggal 14 Februari 2006, ada seorang anak bego itu niat ngasih cokelat ke temen sekelasnya dia yang dia suka. Cokelatnya udah ada nih, udah siap dikasih, udah dikasih kertas pisan. Tapiiiiiiiiiiiiiii tulisannya itu gini :


Buat :
Rio (anggep aja namanya rio)
Dari : Anak kelas 5

Nah, pas istirahat itu (kalo nggak salah sih) temen-temennya si anak bego tadi pada keluar kelas dan tinggal si anak bego dan satu temannya yang tahu rencana tersebut. Maka, dengan buru-buru dan deg-degan, anak itu memasukan cokelat buatannya yang udah dibungkus rapi + surat nggak jelas ke tas nya si Rio :o

Bel masuk udah bunyi, temen-temennya si anak bego masuk. Dan tiba-tiba, temennya Rio teriak-teriak
"Eh Rio dapet cokelat! Dapet cokelat!"

Si anak bego pura-pura gatau, trus nanya, "Dari siapa?"
Nah, Rionya jawab, "Dari anak kelas lima,"

Sakjane si anak bego itu kudu ngguyu, soalnya kan sebenernya yang ngasih cokelat dia hahahahaha lalu, terjadilah sebuah kejadian yang bikin si anak bego shock berat dan menyesal kenapa gak nulis namanya

tiba-tiba, temennya si rio tadi itu bilang, "Eh boleh minta?"
daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan Rio nya dengan tampang polos gatau apa-apa jawab, "Iya ambil aja semua"

Langsung deh cokelatnya dimakan sama temennya itu, dengan lahap, dengan ekspresi tanpa dosa. Dan si anak bego itu cuma bisa melongo karena cokelat cintanya dimakan sama orang yang tidak diinginkan =.=

Makanya anak kelas 6 ae atek ngasi2 cokelat valentine wakakakkakkaka

hem

Habis cerita sama hillary tentang aku mengomentari seseorang, di otakku selalu terbayang sebuah kalimat nggak ndangdut :D

Setiap orang itu sebenernya nggak lebih baik dari orang yang dia bilang nggak baik. Aku bingung. Apa aku ngomong kaya gitu gara2 aku ngerasa udah lebih baik dari dia? Sakjane enggak tapi yo opo yooo -_-

Minggu, 06 Juni 2010

Hari tidak bahagia?

Kayaknya salah pilih judul. Karena seharusnya aku merasa bahagia terus. Bersyukur masih ada yg bisa disyukuri. Ya kan?
Tapi disini perasaanku yg bicara sehingga kenyataan mengalah. Bukan karena memang aku mengenaskan, tapi apa ya, aku gatau karena aku bukan yg maha tahu. Kalo ngejalani rasanya lebih berat daripada bicara dan komentar, mungkin aku lebih pilih bicara daripada ngejalani. Oke, dan aku sekarang lebih suka berkomentar, mungkin orang lain akan berbondong bondong datang menghampiri aku yg cuma bisa pegang mike dan duduk di bangku komentator di sebuah stadion bersama si pembawa acara. Kalau mereka ada di tengah lapangan, maka tulisan 'turun kamu!' sebenarnya kurang besar. Kamu? Kamu siapa? Aku menoleh ke spanduk sebelahnya 'iya kamu! Kamu yg pake kcmata dan bisanya cuma komentar!' ah, itu aku -__-

Balik ke topik, ceritanya udah keluar dari stadion (apa sih)
Aku bahagia kok, suer.tapi rasanya hari ini aku doang yg punya masalah dan gak kelar2. Sebabnya? Karena aku takut, karena aku selalu ngehindar, karena aku takut ngejauh. Aku tau kok, banyak yg punya masalah lebih besar dari aku, karena tiap orang punya masalah beda2. Tapi..

Sebenarnya apa yg aku jadikan masalah? Apa yg ada di kepalaku sampe2 aku gak mood ngerjain prnya bu rus (kalo ini emg uda drdlu)? Kalo bisa mbongkar otak, pasti kubongkar. Saking stresnya aku sampe bingung mau cerita ke siapa.

Rasanya pengen makan bakpao dingin nya azuma --'

Sabtu, 05 Juni 2010

The Bitter Stickgirl -- Unanswered


































Vacation 1

Assalamualaikum wr wb

Aku mau cerita sedikit nih tentang liburan kemarin. Sebenernya aku pengen nggak ada yang tau kemana aku liburan, tapi karena saking senangnya jadi pengen cerita kemana-mana hehe. Nah paling enak ya cerita di blog. Ikutin ya, semoga kalian nggak bosen ;)

Aku pergi ke suatu negara dimana populasi etnik China tinggi tinggi sekali :o bahkan awalnya aku sampai bingung, jangan-jangan aku salah naik pesawat jurusan China? habisnya sejauh mata memandang yang ada cuma orang-orang mata sipit hehehe
Oke. dimana lokasi pastinya, silahkan kalian tebak sendiri ya dari ceritaku ini (sok misterius)

Ini bukan pertama kalinya aku ke Changi Airport, tepatanya yang kedua. Dan masih sama seperti 6 taun yang lalu (aduh lama banget), masih bersih, masih luas dan masih yang lain-lainnya. Eh aku nemu lagi lho wastafel yang airnya drinkable. Aku sebisa mungkin nggak keliatan ndeso gitu padahal dalam hati aku teriak -teriak "Omigot! keren rek, canggih rek, istimewa rek, I lop you pull"

Disini transportasi umum adalah segala-galanya, orang-orang lebih prefer kesana. Makanya jalan raya di sini sepi banget. Mau tidur-tiduran di tengah jalan? Boleh aja asal lampunya lagi merah haha
Dari Changi Airport, aku sekeluarga naik MRT (sejenis kereta bawah tanah) ke hotel tempat kami menginap. Capek sih, apalagi barang bawaanku ya lumayan lah dan itu sudah hampir jam 9 malem -- Tapi karena jarang-jarang aku naik MRT, makanya semua itu bukan masalah

canggih bangettttttttt, naik MRT kayak main di timezone. Aku sama raka beli kartunya, dan aku lupa. Ini bukan Indonesia, jadi ngomongnya kudu pake bahasa inggris wahhhh --" berbekal bahasa inggris se-adanya, aku sama raka beli kartu MRT (bapak sama ibu nyuruh kita beli-beli sendiri, biar sekalian belajar bahasa inggris gitu)

"Excuse me, 2 Ez link card please," kata Raka dan aku cuma bisa diam HAHAHA padahal rencananya aku yang bilang ke paknya yang jual, tapi aku alesan dan akhirnya raka deh :p

MRT nya adem, dan orang-orangnya yang ngantri MRT disiplin banget.

Hari pertama aku disini, kami ke Universal Studio. Tempatnya asik banget, rame kayak dufan sih tapi masih seruan disini, photo spotnya lebih banyak :)))))

<-- loket tiket Universal Studio :))
















<-- di depan roller coaster, eman banget padahal aku pengen naik tapi lagi gak bekerja -_-















Bersambung ke Part 2 ya (capek nulis ahahhaa)