another blogger

Senin, 25 Januari 2016

Day 2 - Where you'd like to be in ten years

Sedang liburan di suatu tempat bersalju sama ibu, bapak, raka, suami, dan anak-anak. Hahaha


Belum kepikiran sih bakal menetap dimana. Tapi kayanya kalau permanen, kemungkinan ngga keluar dari Surabaya. Di kota mana lagi coba kamu bisa ngerasa pewe selain di hometown sendiri? Walaupun panas dan kadang bosen, tapi Surabaya menurutku salah satu kota yang menyenangkan ditinggali. Dimana lagi cobaaaa kamu bisa makan bebek palupi yang wenak soro itu :")

Minggu, 24 Januari 2016

Day 1 - Write some basic things about yourself.


Energik. Weirdo. Introvert.
Dibilang energik, soalnya paling nggak bisa diam. Mau itu diam di rumah, diam di klinik.
Kalau banyak yang komentar aku orangnya pendiam, itu ngga salah sih. Paling ngga bisa diam bukan berarti harus cerewet kan? Coba tanya sama teman-teman dekat, pernah ngga pas lagi diam, tiba-tiba aku bergerak-bergerak-aneh... pasti jawabannya "Selalu..".
Hobi jalan-jalan. Sudah pasti.
Selain makan, tidur, dan baca komik, part terfavorit adalah ngerencanain liburan.
Paling semangat browsing hotel, tempat rekreasi, dan bikin itinerary jalan-jalan :3
Ngga kepikiran buat buka travel agent sih nantinya, tapi boleh dipertimbangkan.

Weirdo. Sebenernya ngga juga sih.
Aku termasuk anak dalam range rata-rata. Walaupun kadang suka kepedean.
Ngga aneh-aneh banget juga. Tapi kalo kadang suka gemes-gemes sendiri, itu termasuk aneh, ya?
Prinsip hidup terbaru: orang cantik emang sering ngelakuin hal yang aneh-aneh.

Bisa dibilang aku introvert, kecuali part seeeeeeering banget curcol.
Sering mikir berlebihan, mikir aneh-aneh, dan dipendam sendiri. Kadang males aja sih nurutin rasa penasaran, walaupun sebenernya ntar lama-lama juga ngga tahan karena penasaran.
Ada satu waktu dimana kamu ngga pengen ngomong sama siapa-siapa.
Cuma pengen sendiri, nulis misalnya. Dan keadaan kaya gitu sering banget kejadian.
Mudah awkward, kalau sama orang-orang baru. Kadang aku suka sok asik gitu, biar orang lain ngga ngerasa canggung. Tapi justru karena sok asik, jadinya malah krik-krik.

 Kayanya 3 kata diatas tadi cukup mendeskripsikan ya.
Sisanya biar dibahas di day-day berikut-berikutnya.
Anyeong!

30 Days Blogging Challenge

Hai!
Rasanya kaya udah ber-abad-abad gitu ya ngga update tulisan yang worth it buat dibaca... Beberapa kali update blog isinya galau mulu, kalo ngga curhat. Selain disibukkan sama kegiatan-kegiatan koas, belakangan aku juga sibuk mencari jati diri *cieh*. Mencoba banyak hal, mulai dari yang aku senengin, sampai nyoba hal-hal baru yang sebelumnya ngga pernah terpikirkan bakalan aku lakuin ke depannya.

Pagi ini ceritanya aku abis beres-beres kamar, dan nemu berkas-berkas MOS jaman SMA. Mulai dari buku diari MOS, papan nama, sampai yang terakhir tugas biografi. Bisa dibayangkan betapa alay isi dari biografi itu, walaupun aku inget banget gimana bangga nya aku bisa nyelesein biografi itu dulu. Karena penasaran, akhirnya aku baca-baca lagi biografinya.

Dari tulisan di biografi itu, aku bisa ngebayangin gimana dulu aku pingin banget jadi penulis. Gaya penulisan yang dulu bener-bener beda total sama yang sekarang. Sekarang jarang nulis dan baca novel buat referensi nulis lagi, otomatis tulisanku jadi kurang soul nya hahaha :" sedih juga sih, apalagi kalau inget jaman dulu tiap hari aku update blog, sampai ada seorang teman yang komen, "Betah banget baca blognya Rara,". Sekarang? Isinya cuma curhatan ABG labil..

Untuk memperbaiki itu semua, akhirnya aku ikutan 30 Days Blogging Challenge (lagi) kaya dulu-dulu. Itung-itung supaya aku mau ngga mau bakalan lebih sering nulis. Berharap minat menulisku yang dulu bisa balik hiks. Dan ini dia challenge nyaaa!


Shall we start?

Minggu, 10 Januari 2016

Aku terus menggumam, bahwa bukan salahmu jika suatu saat kau memilih pergi.

Bukan salahmu, jika suatu saat kamu akan mencari kebahagiaan lain, di tempat lain.
Di balik punggung itu, ada aku yang berdiri letih.
Hanya bisa menatap, tanpa mencoba menghentikan.
Karena ini bukan salahmu.
.
.
.
Berusaha berpegangan pada satu dahan disaat yang lainnya mulai runtuh.
Ragu akan kekuatan dan keteguhannya, aku hampir memilih terjun saja.
Melupakan sesuatu di atas sana yang sebelumnya kuperjuangkan mati-matian,
yang membuat telapak tangan ini penuh luka, karena berayun dan menggenggam sekuat tenaga.
.
.
.
Mungkin aku yang manja.
Dipeluk dan digenggam selalu tangan dan hatinya.
Begitu dilepas sejenak, merasa tak tenang, merasa resah.
Menjadi menyebalkan, karena ingin didekap kembali.
Caranya salah. Baru kusadari.
.
.
.
Ini bukan salahmu, sudah kubilang.
Masalah ego, dan kangenku yang tidak bisa diam, terus memberontak.
Kalau misal, aku menahanmu.. mau kah kau tetap disini?

Minggu, 06 Desember 2015

Let me go back there again....


In my favourite-place, with my favourite-guy.
Seoul, September 4 2015
Thank you for the opportunity :)