another blogger

Kamis, 15 Februari 2018

Inception (2010)


Setelah Memento, Inception ini adalah must-watch film by Nolan yang patut diacungin jempol :")
Lagi-lagi film yang berhubungan sama ingatan, brain games, brain trick yang super kece.

Menceritakan seorang laki-laki yang bisa memanipulasi seseorang lewat alam bawah sadar. Dia masuk ke mimpi seseorang, dan melakukan hal-hal yang gampangnya bisa mensugesti orang tersebut supaya bertindak sesuai yang diinginkan. Agak ngga paham sih aku sebenernya gimana dia bisa muncul di mimpi seseorang wkwk

Suatu hari, dia diajak kerjasama oleh seorang Bos Perusahaan di Jepang. Si bos ini minta bantuan dia buat menanamkan ide ke CEO perusahaan saingan dia buat ngga nerusin perusahaan saingannya itu. Daripada membunuh, mending memanipulasi pikirannya aja, ya kan....

Akhirnya dia merekrut orang-orang yang dinilai bisa membantu dalam aksinya itu. Arsitek, ahli sedasi. Merekapun merencanakan matang-matang untuk bikin 3 layer dreams. Mimpi dalam mimpi dalam mimpi, untuk benar-benar menanamkan dan manipulasi pikiran CEO saingannya itu.

Waktu nonton film ini, kadang aku tuh bingung, "ini lagi mimpi apa ya?" Atau adegan yang kukira beneran, ternyata cuma mimpi. Keren abisss ><

Nah di balik kepiawaiannya dalam manipulasi mimpi orang, ternyata di Leonardo Di Caprio ini punya masa lalu kelam tentang mimpi yang akhirnya berpengaruh ke aksinya kali ini. Karena udah berkali-kali masuk ke mimpi, dia jadi punya 'totem' buat memastikan dia ada di dunia nyata, apa di dunia mimpi. Kalau dia ada di mimpi, dia bisa ngebuat totem itu terus berputar. Tapi kalo di dunia nyata,tentu aja totem ya bakal berhenti berputar.

Yang bikin geregetan adalah, film ini berakhir bahagia :") hanya saja........... sebelum film selesai, si Leonardo ini muter totem dia, memastikan ini nyata ato engga. Dan waktu dia muter totemnya...... si totem ini berputar terus ngga berhenti. Kecepatan putarannya menurun sih dan dia udah oleng mau berhenti gitu. Tapi abis itu langsung kepotong filmnya :") jadi... aku ngga tau dunia dia sekarang itu mimpi apa bukan. Aaaaa!!!! X(

Ratingnya menurutku 9/10 ♡
Baguuss dan menegangkan. Buat yang belum nonton, film ini worth watching banget.

Nganggur!

"Kalau mencintaimu adalah kesalahan, biar saja aku salah terus.." - Dilan 1990

Seperti biasa, kayanya scrolling timeline twitter udah kaya jadi sarapan pagi di klinik deh. Dan minggu ini pun, masih ramai dengan re-tweet-an quote cheesy ala Dilan. Seriusan banyak banget. Pada kena jampi-jampi nya Iqbaal semua deh :")

Dan kalo liat dari beberapa postingan blogku sebelumnya, selamat ya, Ra. Kamu adalah salah satu yang kena jampi-jampi itu.

Dalam konteks film ini, 'salah' nya disini relatif ya. Salah menurutku belum tentu salah menurut orang lain. Dilan mencoba nunjukin ke Milea bahwa kalaupun dia punya kesempatan buat mengulang hidupnya, dia ngga akan ubah sejarahnya sama Milea. "Kalau ini kesalahan, biar aja salah terus.." adalah kalimat yang tidak bisa diterapkan di kehidupan nyata....... apalagi waktu lagi stase Bedah Mulut, bisa digiling sama Residen BM.....

Aku ngga setuju dengan kalimat itu.
Kalau itu adalah kesalahan, tolong beritahu aku.
Ya?

Senin, 12 Februari 2018

:)

"Waktu akan membuat kita lupa, tapi yang kita tulis akan membuat kita ingat," -Pidi Baiq

Masih dalam suasana demam Dilan 1990 hahaha :")))
Mungkin ini ya, salah satu alasan kenapa aku suka nulis. Supaya suatu hari nanti, ketika aku bukan lagi aku yang sekarang (otomatis nyanyi.....), terus ngga sengaja buka blog, aku tau kalau aku pernah ada di masa itu. Pernah jadi diriku yang seperti itu. Pernah punya pandangan dan cara melihat yang seperti itu. Remeh ya, tapi aku ngerasa itu penting:") karena dasarnya, aku tertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan ingatan dan moment.

Sering aku buka-buka postingan lama. Walaupun lebih sering istigfar kenapa dulu-dulu bisa nulis begituan, tapi ngga sedikit juga yang bikin aku "Ooh.. dulu kok bisa ya aku mikir kaya gitu?" Atau "Kenapa sekarang aku jadi mikir gini ya?". Istilahnya, evaluasi perkembangan diri apa ya wkwkwk sekalian nostalgia sama diri yang super alay jaman dahulu.

Kenapa ngga nulis diary aja, Ra?

Banyak hal yang mungkin sebenernya ngga untuk konsumsi publik ya, aku tau kok. Anggep aja yang aku share di blog adalah memang cerita-cerita yang pengen aku ceritain ke orang-orang. Yang suatu saat nanti, kalau aku baca lagi, aku bakal bersyukur karena pernah nulis itu di blog (sekedar buat ngingetin seberapa mellow dan mudah bapernya diriku....)

Ngomong-ngomong soal nulis, selain 'ngetik', aku juga suka nulis manual (pake pensil atau pulpen). Salah satu karya jaman kuliah yang selalu kubanggain adalah catatan yang (menurutku) super neat dan warna-warni hahaha. Tujuanku hadir di kuliah adalah bikin catatan dan rangkuman kuliah yang kece. Soalnya dulu sempet kepikiran buat nge-bisnis-in catatanku yang worth reading itu. Hanya saja, mengingat aku sering banget ketiduran di tengah jam kuliah, jadi ke absah-an dari catatanku agak diragukan. Entah itu yang selalu keputus di awal, atau keputus di akhir. Selain pas kuliah, caraku belajar materi pas UTS atau UAS adalah dengan nulis ulang lagi rangkuman materi tersebut. Jadi... bisa dibayangkan tumpukan coret-coret materi kuliah yang menggunung..... Suatu hari, gunungan catatan itu pasti berguna, batinku saat itu. Dan beneran aja... catatan selama kuliah ku sangat berguna waktu mau ujian kompetensi dokter gigi. Intinya adalah, dengan menulis, kita bisa mengingat lagi.

Cerita-cerita lama, ketika kita ingat lagi, adalah sebuah momen yang selalu bikin kangen. Suasananya, suara-suara saat itu, orang-orang, perasaan yang dirasakan, entah gimana caranya bisa terstimulasi buat muncul. Persis menayangkan kejadian yang lalu. Mengingatkan bahwa dulu aku pernah punya perasaan seperti itu, pernah mengalami hal-hal itu..

Walaupun ngga jago, menulis adalah satu-satunya kegiatan dan hobi yang terus aku lakuin, dan ngga terbesit niat buat berhenti..

Lagi Benar

Kedua telapak tangannya sudah dalam posisi terbuka di depan tubuhnya.
Ia menutup mata, mengerutkan kening, menggigit bibirnya.
Sejak subuh tadi, ia tidak beranjak dari tempatnya duduk bersila. Khusyuk. Seolah hanya ada dia saja dan Tuhannya.
Menagih janji dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang tidak ia temukan jawabannya.

.

Ia kembali memejamkan mata hari ini.
Kali ini, suaranya lebih kencang, sehingga orang di ruangan tersebut dapat mendengarnya.
Mulutnya bergerak cepat kesana kemari.
"Tolong.." "Aku mohon.." "Jadikanlah.."

.

Matanya sudah lelah petang itu.
Tapi dia masih bersikeras untuk menghadap sang Pencipta.
Tangannya tidak lagi dibuka, melainkan dikepalkan.
Matanya tampak basah, wajah memerah, dan tampak sekilas kekecewaan disana.
"Mana janjimu? Bahwa Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang? Bahwa Engkau tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan kami."
Ada emosi yang besar dalam kalimatnya.
Tangisnya semakin kencang.

.

Bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu.

.

Bahwa jawaban dari doa kita, hanyalah 'iya', 'tidak', dan 'nanti dulu'

.

Sudahkah kamu memohon ampun atas segala dosa dan perbuatanmu di dunia?

.

Ataukah selama ini, kamu hanya meminta? Menghendaki? Menagih janjiNya?

.

Kenapa secepat itu menyerah padaNya? Tidak percaya pada Nya? Padahal kamu saja butuh waktu tahunan untuk move on dari manusia...

Jumat, 09 Februari 2018

See you again!


Sediiiih banget Author SiJoLi memutuskan buat ngga update lagi di Instagram. Padahal gambar-gambarnya jadi salah satu yang aku tunggu-tunggu di timeline :(
Kita doakan semoga author hengkang dari instagram, trus pindah ke webtoon atau platform komik online lainya. Aamiin! :")

See you on another place, Jo&Li!